Rabu, 27 Juni 2018

REVIEW BUKU "MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK"

Gambar.1 Manajemen Pelayanan Publik

Kata Pengantar
Sebelumnya disini saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Hayat SAP, M.Si selaku Dosen matakuliah Azaz-azaz manajemen, yang telah membimbing saya untuk lebih produktif dalam dunia kepenulisan dengan tugas-tugas yang diberikan. Sesuai dengan tema tugas kali ini dimana saya akan merevew buku yang berjudul ”Manajemen pelayanan publik,” yang ditulis oleh: Hayat Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang.  Sumber Daya Manusia (SDM) sendiri sudah bukan merupakan hal baru yang dilakukan pemerintah, utamanya dalam hal industri. Tapi untuk pengembangan SDM di sektor pelayanan publik atau public administration masih bisa dikatakan kurang, hal ini bisa dilihat dari kualitas pelayanan publik yang dilakukan, seperti di daerah pedesaan yang letaknya di Kepulauan masih sangat kurang bahkan untuk pelayanan kesehatan masih sangat kurang. Selain dari SDM, tentunya ada faktor penunjang untuk mencapai kualitas pelayanan publik yang baik dan sesuai dengan keinginan masyarakat, yaitu manajemen pelayanan publik nya.
Disini saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mereview buku manajemen pelayanan publik yang ditulis oleh Hayat ini karna buku ini merupakan implementasi dari hasil berpikir keras Hayat, sehingga mampu menghasilkan buah pikiran yang cemerlang dan menunjang saya dalam proses belajar Ilmu Administrasi Publik. Di dalam buku ini sangat rinci bagimana seorang pelayan publik harus mampu mengatur manajemen dengan baik dan tepat, agar tidak terjadi kesalahan yang berulang-ulang dalam melakukan aktifitas pelayanan publik.  Diawal kata pengantar,yang disampaikan oleh Rian Nugroho langsung ada pernyataan bahwa tugas pemerintah itu ada dua, membangun kebijakan publik yang unggul dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Dua hal inilah yang menjadi tanggung jawab pemerintah yang harus dilaksanakan, dan buku ini lebih condong pada opsi kedua, yaitu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Hal ini dianggap penting karna berkaitan dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik, dan disusul oleh Peraturan Pemerintah Nomor 96/2012, Peraturan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 15/2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan hingga Permenpan-RB No. 30/2014 tentang Pedoman Inovasi Pelayanan.
Untuk mencapai kesejehteraan dalam berbangsa dan bernegara, maka selain persatuan yang kukuh juga harus ada pelayanan publik yang baik, agar persatuan itu tidak mudah runtuh. Masyarakat setiap harinya akan berhadapan dengan banyak kondisi sosial dan lingkungan, oleh karena itu agar masyarakat dapat melakukan aktifitas kesehariannya dengan lancar maka harus ada pelayanan publik yang baik, nah untuk mencapai kualitas pelayanan publik yang baik atau berkualitas maka manajemen pelayanan publiknya harus dikemas dengan rapi. Hal ini tidak bisa dipungkiri karna masyarakat setiap harinya akan berhadapan dengan birokrasi, jika birokrasi yang ada di Negara ini tidak tertata dengan baik maka masyarakat akan mengeluh dan akan memunculkan opini-oponi yang buruk terhadpa kondisi pemerintahan yang ada di Negara ini dan itu akan menimbulkan per pecah belahan ditengah-tengah masyarakat. Hal inilah yang dibahas dalam buku ini dan saya akan mencoba merevew dan juga akan memberikan sedikit pendapat tentang isi dari buku ini.
 Riview Tentang Buku
            Diawal buku ini pada BAB ke-2 kosep, fungsi dan tujuan pelayana publik dipaparkan secara rinci tentang apa itu pelayanan publik yang berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Bahwa pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Disini sudah jelas bahwa kegiatan pelayanan publik harus sesuai dengan undang-undang, dan ini harus dipertanggung jawabkan. Disini analisis spesifiknya mendapatkan kesimpulan bahwa pelayanan publik merupakan pemberian hak dasar kepada warga negara atau masyarakat, dan ini berbentuk pengabdian yang harus dilakukan secara profesional dan proporsional. Artinya disini dalam pelayanan publik harus ada profesionalitas dan sesui dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, tapi disini saya rasa selain pengabdian seorang pelayan publik yang baik, juga harus ditekankan orang atau masyarakat yang dilayani harus memiliki etika kepada pelayan publik. Karna seringkali kita jumpai masyarakat tidak memiliki etika kepada pelayan publik, seperti dalam penertiban lalulintas masyarakat sudah tau melanggar hukum, tapi masih mengelak dari kesalahannya dan memarahi Polisi selaku pelayan publik dan kadang terjadi sebaliknya. Disinilah ketidak setabilan kualitas pelayanan publik terjadi, antara masyarakat dan pelayan publik masih tidak ada jalinan pemahaman yang baik, artinya Sumber Daya Manusianya harus diperbaiki.
            Di dalam buku ini juga sangat jelas bagaimana menjawab dinamika-dinamika yang dihadapi oleh organisasi pelayanan publik atau faktor yang dapat mengoptimalisasikan pelayanan publik, yaitu kepemimpinan (leadership), budaya organisasi (organizational culture), kelembagaan, tata kerja (standar operating procedural), standar pelayanan, pengelolaan pengaduan masyarakat, pengendalian dan evaluasi, sarana prasarana, penggunaan teknologi informasi, dan pengolaan sumber daya manusia (Lembaga Administrasi Negara 2010). Dari sepuluh faktor di atas harapannya mampu membantu efektivitas dan optimalisasi pelayanan publik, jika disandingkan dengan pendapat Edi Siswadi (April/2012) di dalam bukunya yang berjudul Birokrasi Masa Depan, mengutip dari pendapat Ricard M. Steers bahwa hal yang paling penting dalam proses pencapaian efektivitas adalah penngunann sistem yang terbuka untuk melakukan Analisa, artinya selain dari sepuluh faktor diatas ada faktor lain yang harus ditekankan, yaitu keterbukaan dalam pelayanan publik. Keterbukaan inilah yang menajdi faktor penting untuk ditekankan dan untuk mewujudkan cita-cita dari penulis buku yaitu Pemerintahan yang bebas dari KKN.
            Untuk mewujudkan keterbukaan atau transparansi dalam organinisasi, dijelaskan bahwa hal ini harus dimulai dari rekrutmen dan promosi sumber daya aparatur yang dilakukan dengan baik, artinya disini dalam proses rekrutmen atau kaderisasi dalam organisasi baik formal maupun informal harus dilakukan dengan ketat dan tidak sembarangan. Karna apabila hal ini terjadi, maka orang yang menduduki posisi strategis dalam organisasi nantinya hanya akan menjadi boomerang dalam organisasi tersebut. Selain proses rekrutmen yang menjadi perhatian khusus, ada metode yang telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat yaitu Best Practices, metode ini adalah untuk memberikan apresiasi dan dorongan kepada Pemerintah Daerah atas kerja kerasnya. Dan hal ini telah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2006 Pemerintah memberikan penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara kepada 65 Pemerintah/Kota yang telah berhasil mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di daerahnya (Edi Siswadi 2012). Artinya metode ini dilakukan agar pemerintah daerah yang lain bisa mencontoh dari 65 pemerintah daerah yang telah berhasil mendorong peningkatan kualitas pelayanan publiknya.
            Apalagi saat ini kita telah saksikan Bersama kita barusaja usai  melaksanakan pesta Demokrasi yaitu PILGUB dan PILKADA yang dilakukan secara serentak, di 171 daerah yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. Ini merupakan momentum yang sangat penting bagi Pemerintah Pusat utamanya masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang mampu memberikan perubahan kepada daerahnya. Artinya saat ini proses rekrutmen dan promosi sumber daya aparatur itu dilaksanakan. Harapannya disini adalah masyarakat mampu memilah dan mimilih pemimpin yang mampu melaksanakan tugas nya dengan baik dan mampu melayana masyarakat secara merata tanpa harus memandang kelas dari masyarakat itu sendiri. Contohnya di Jawa Timur, salah satu dari calon Pilkada saat ini sudah pernah menduduki posisi strategis di Pemerintahan Daerah, yaitu sebagai wakil Gubernur, artinya masyarakat harus sudah mampu melihat apa yang telah dibawanya, bagimana kualiatas pelayanan publik dimasa dia.
Daftar Rujukan
Siswadi Edi. 2012, Birokrasi Masa Depan; Menuju Tata Kelola Pemerintahan Yang Efektif dan Prima. Bandung; Mutiara Press


Minggu, 17 Desember 2017

MEMBELA YANG TERTINDAS

Rakyat Kecil Bukan Untuk Ditindas
    Dari zaman awal permulaan manusia hidup sampai dengan hari ini penguasa selalu menindas rakyat kecil dan para pejuang kebebasan tidak pernah menyelesaikan penindasan secara menyeluruh dan sempurna, watak-watak manusia yang selalu ingin berkuasa dan menindas kaum kecil tidak bisa dihilangkan mereka selalu berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia. jika pada masa kerajaan penindasan rakyat kecil dengan cara yang kasar, pemaksaan, kerja paksa, dan keji. maka hari ini berbeda mereka menindas dengan cara yang halus bahkan lebih keji, mereka merapas kesejahteraan hidup rakyat kecil,merampas lahan pertanian, dan merampas tepat mereka hidup. 
     Para penguasa seperti makhluk halus yang berkeliaran dimalam hari dan bagai angin topan disiang hari, tidak terlihat membunuh rakyat kecil dengan perlahan. Mereka terus berkeliaran ditempat rakyat kecil hidup dengan janji-janji palsu yang mereka harapkan kepada mereka, tapi tidak ada satupun janji yang mereka tepati. Dengan senyum manis di media televisi mereka berkata "tunggu dulu banyak urusan kenegaraan yang harus saya selesaikan" bahkan mereka dengan santai nya menggunakan fatwah Tuhan untuk menindas.
Melemahnya Pergerakan Pemuda dan Mahasiswa
      Sejarah memang tidak akan membohongi kisah perjalanan kehidupan manusia di muka bumi ini, dari sejarah awal mula kehidupan manusia sampai dengan sejarah pergerakan yang ada di negara ini. Semua perjalanan sejarah itu dipelopori oleh para pemuda, tapi saat ini pergerakan pemuda dan mahasiswa mulai melemah dan tidak mampu memperttahankan sejarah yang ada, entah apa yang membuat pergerakan itu lemah.
    Mahasiswa yang menjadi harapan masyarakat untuk gerakan perubahan hidup yang lebih baik sekarang sudah tidak bisa dihrapkan lagi, para penguasa dan pengusaha mulai meracuni kehidupan yang ada di dunia kampus, mereka membuat agenda besar dengan menyibukkan para mahasiswa dengan lomba-lomba, program kereatif mahasiswa, dan kegiatan-kegiatan yang katanya mempererat tali hubungan pertemanan sesama mahasiswa. Sehingga memuat mahasiswa lupa dengan kenyataan yang sebenar nya, lupa dengan kondisi yang ada disekitarnya padahal itu adalah tugas utama yang disandang oleh para pemuda dan mahasiswa.
      Dunia kampus sudah terkontaminasi oleh gaya hidup hedonisme, dimana kampus hanya dijadikan tempat pamer gaya keknian. Sedangkan para pengusaha memanfaatkan kampus untuk mensuplai tenaga kerja baru, mereka mendekatkan usahanya pada kampus degan tawaran diskon besar-besaran. 

Bangkitlah Manusia Baru
     Melihat banyak nya pemuda atau manusia baru[2] hari ini yang hanya berfoya-foya menikmati nikmat Tuhan yang diberikan melaui orang tua tanpa memikirkan mereka yang tertindas, miris sekali rasanya. Entah virus apa yang merasuki mereka sehingga mereka menjaga jarak dan enggan untuk bergaul dengan rakyat kecil yang terindas
    Gelar Mahasiswa yang kita sandang tidak mampu mengubah cara kita berpikir dan cara kita menjalani hidup.Yang katanya Mahasiswa adalah agent of change agen perubahan, perubahan apa yang akan kita bawa? Apakah perubahan rekayasa kehidupan atau hanya perubahan cara kita berpikir dari kita yang hanya berpikiran lugu kemudian menjadi pintar dan menjadi pengganti mereka para penguasa yang menindas? Itu adalah pertanyaan yang harus kita jawab bersama, dengan aksi bukan hanya dengan argumentasi.
     Teman-teman para Mahasiswa dan pemuda ayolah kita kita bangun dari tidur panjang kita, kita bangun dari mimpi indah yang membuat kita terlena. Jika gelar mmahasiswa hanya membuat kita diam dan tidak bergerak, lebih baik kita tidak hidup. Bukankah sejarah digulingkan nya pemerintah yang otoriter Soe Karno (1965) dan Soe Harto pada tahun (1998) dilatar belakangi oleh para pemuda dan mahasiswa, mereka mampu megubah kondisi kehidupan di negara yang sedang kita pijak ini meskipun itu hanya menurunkan pemerintah yang otoriter, tapi mereka belum seutuh nya engubah kehidup dimasyarakat.

[2]Gie catatan seorang demonstran
          

Senin, 04 Desember 2017

MENGENAL FILSAFAT

Filsafat Dalam Kehidupan Sehari-hari
      Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti bertemu dengan materi/benda-benda dan fenomena-fenomena alam yang penuh dengan penafsiran-penafsiran filsafat. Mendengar kata filsafat kita pastinya bertanya-tanya apa itu filsafat? Filsafat adalah ilmu yang mempelajari nilai-nilai estetika yang terkandung dalam sebuah materi, ilmu, dan pemahaman-pemahaman. Filsafat sendiri memiliki tiga cabang ilmu, yaitu: Ontology, Epistimology, dan Axiology. Sebelum kita masuk dalam pembahasan ketiga cabang ilmu tersebut kita harus memahami hakikat fenomenology[1], fenomenologi berasal dari bahasa yunani, yaitu: phaenomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen memperlihatkan, sedangkan Logos berarti kata, ucapan, rasio, dan pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai ilmu yang mengkaji fenomena-fenomena yang tampak, dan dapat rasakan oleh indra kita manusia. Lorens Bagus memberikan dua pengertian terhadap fenomenologi. Dalam arti luas, fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala apasaja yang tampak. Dalam arti sempit, fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala apa saja yang menampakkan diri pada kesadaran kita.
          Hegel (1807) memperluas pengertian fenomenologi dengan merumuskan nya sebagai ilmu yang mempelajari mengenai pengalaman kesadaran, yakni mengenai perjalanan dealektis kesadaran kodrati menuju pengetahuan yang sebenar nya. Fenomenologi menunjukkan proses menjadi ilmu pengetahuan pada umum nya dan kemampuan mengetahui sebagai perjalanan jiwa lewat bentuk-bentuk atau gambaran kesadaran yang bertahap untuk sampai kepada pengetahuan mutlak. Bagi Hegel, fenomena tidak lain merupakan penampakan dari pengetahuan inderawi: fenomena-fenomena merupakan manifestasi konkret dan historis dari perkembangan pikiran manusia. Dapat disimpulkan Fenomena merupakan kejadian-kejadian yang terjadi tampak dan merupakan turunan dari pemikiran manusia yang konkret dan dapat di inderaawi oleh indra manusia.
         Dalam ilmu filsafat ada tiga cabang ilmu yang wajib dipahami oleh para pemula, diantaranya:
  • Ontology, ontologi adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari entitas suatu ilmu pengetahuan  mengenai pertanyaan yang ada sehingga itu dapat dikatakan ada, dan bagai mana ilmu pengetahuan tersebut dapat dikelompokkan, mengenai hirarki dan dibagi menurut persamaan dan perbedaan. Contoh dari ontologi, disini saya mencoba mengambil contoh yang sederhana: kita ambil contoh hand pone, hand phone adalah benda hasil dari ilmu pengetahuan yang dapat kita temui sehari-hari, ya seperti yang kita gunakan untuk membaca tulisan ini. Kalau kita pikirkan hand phone akan memunculkan pertanyaan kenapa benda ini harus bernama hand phone? Sehingga hand phone ini dapat dikatakan ada? Nah disini ontologi berperan penting untuk mengkaji terhadap keberadaan benda tersebut.
  • Epistemology, epistemologi adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan pengetahuan, pengandai-ngandaian, dasar, dan pertanggung jawaban atas pernyataan terhadap ilmu pengetahuan yang kita miliki. Mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuasaan pengetahuan nya ia dapat mencapai realitas sebagaimana para filosof pra Socrates, sebagai ilmuan pertama yang mempopulerkan filsafat di alam Barat. Contoh epistemologi: kita kembali pada contoh diawal, yaitu:hand phone biar berkesinambungan. Epistemologi disini bertanggung jawab atas pernyataan kita terhadap hand phone. Kita harus bisa bertanggung jawab atas segala pernyataan kita keluarkan, seperti pernyataan kita terhadap hand phone tadi.
  • Axiology, axsiology adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari ilmu pengetahuan yang kita miliki, dan lebih pada tindakan yang akan kita lakukan terhadap pernyataan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Apabila tidak ada suatu tindakan maka kita belum selesai di epistemologi. Contoh axiology, setelah kita dapat memper tanggung jawabkan pernyataan kita terhadap hand phone di epistemologi maka kita diaxiology akan ditagih tindakan dan aksi kita terhadap hand phone. Apa yang akan kita lakukan dengan adanya hand phone ini? maka axiology akan menjawab pertanyaan tadi.
       Dari pernyataan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa tiga cabang ilmu filsafat diatas mempunya keterkaitan dimana kita tidak bisa menghilangkan salah satu dari cabang ilmu tersebut, karna akan memotong dan menyesatkan manusia jika dari salah satu tiga cabang ilmu filsafat di atas dihilangkan.

[1]rumahmakalah.blogspot.co.id/2009

Jumat, 01 Desember 2017

MEMANDANG TAKDIR

  Mengenal Apa Itu Takdir
      Takdir merupakan suatuhal yang sudah melekat pada setiap insan manusia yang beragama dan bertuhan dan tidak bisa dipisahkan, karna sudah ketetapan dari Tuhan. Namun takdir masih menjadi kontrofersi dikalangan atas maupun bawah, banyaknya pemahaman takdir membuat orang-orang awam bingung dan harus mengikuti paham yang mana. Tuhan memang sudah menetapkan garis takdir semua manusia dan makhluk ciptaan lain nya, tapi kita sebagai manusia yang diberi akal pikiran harus mampu menafsirkan apa itu takdir. Kurang nya pemahaman tengtang takdir membuat banyak orang menafsirkan takdir seenaknya saja.
        Didalam agama takdir sudah sering disampaikan oleh para tokoh agama, tentang apa itu takdir dan harus bagaimana tindakan kita terhadap takdir. Pemahaman takdir didalam agama sangatlah diperlukan, agar agama tidak menjadikan manusia diam ketika ditindas dan beralasan itu sudah takdir Tuhan. Seorang tokoh Marxisme "Karl Marks" di dalam bukunya yang berjudul materialisme historis dan materialisme dealekis dia mengatakan "Agama itu candu"  disini kita perlu memahami kenapa Karl Marks sampai berkata demikian. Pada saat itu kaum tertindas/proletar ditindas oleh penguasa dan mereka hanya pasrah karna itu sudah takdir Tuhan. Penguasa memperalat agama dengan memberi pemahaman takdir kepada kaum proletar bahwa segala yang terjadi adalah ketentuan Tuhan.
      Agama islam sendiri mempunyai dua pemahaman tentang takdir yaitu: kaum jabariyah dan qadariyah.
  • Kaum jabariyah adalah kaum yang memahami dan mempercayai bahwa semua yang terjadi pada manusia adalah keputusan Allah SWT. Dengan berlandaskan pada beberapa ayat Al-Quran. "Dan dia telah menetapkan sesuatu, dan dia menetapkan ukuran nya dengan serapi rapi nya".(QS.Furqan/25:2)."sesunggu nya kami menciptakan sesuatu menurut ukuran".(QS.Al-Qamar/54:49). Itu adalah beberapa ayat Al_Quran yang dijadikan landasan oleh kaum jabariyah, masih banyak lagi pejelasan penjelasan yang dijadikan landasan seperti:Sebelum manusia dilahirkan kebumi semua takdir manusia sudah ditetapkan di Laukhil mahfud, diantaranya adalah takdir kematian,rizki,dan jodoh.
  • Kaum Qadariyah adalah kaum yang memahami dan mempercayai bahwa takdir bisa diubah oleh tangan manusia dengan usaha dan ikhtiyar. Kaum jabariyah juga memiliki, beberapa landasan yang diambil dari dalam Al-Quran. "sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri".(QS.Ar-Ra'd:11). "Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".(QS.Al-Kahfi:29). itulah beberapa ayat Al-Quran yang dijadikan landasan oleh kaum qadariyah.
Dua pemahaman di atas tidak ada yang salah, tapi kita harus memahaminya lebih dalam tentang dua pemahaman di atas. Memang segala sesuatu sudah ditetapkan oleh Tuhan, dan kita tidak bisa menentang itu. Utuk memahami lebih dalam cobak kita analogikan pada kita saat mau menuju pada suatu tempat. Contoh: pada saat kita mau pergi ke sekolah kita pasti melewati jalan, tentu tidak hanya satu jalan yang bisa kita lewati untuk pergi ke sekolah, tapi jalan itu tidak bisa ganti sendiri, karna sudah ada dan tidak bisa kita ubah. Tinggal jalan yang mana yang mau kita pilih apakah jalan yang berkelok-kelok atau jalan yang lurus. 
         Demikian halnya dengan jalan kehidupan, semuanya sudah ditetapkan oleh Tuhan seperti paham "jabariyah", tapi kita harus tau Tuhan tidak hanya menentukan satu jalan saja bagi makhluk nya. Tuhan maha pengasih dan penyayang Dia pasti memberikan banyak jalan buat kita untuk menuju titik akhir dari kehidupa, tinggal bagai mana kita memilih kita tidak boleh pasrah dengan keadaan begitu saja, karna masih banyak jalan yang bisa kita pilih dengan syarat kita harus berusha, melawan keadaan, dan ikhtiyar seperti paham qadariyah. Itulah yang dimaksud Tuhan dalam QS.Al-fatihah. "Tunjukilah hambamu jalan yang lurus" dan harus dibaca dalam setiap kita shalat. 

Selasa, 07 November 2017

KESADARAN SOSIAL

Kesadaran Sosial Dalam Penerapan Ilmu Pengetahuan
    Kesadaran sosial mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita, tapi meski sudah tidak asing kesadaran sosial saat ini sulit ditemukan didalam jiwa manusia sekarang, mungkin karna kecanggihan teknologi zaman membuat manusia sekarang berpikir bahwa semua hal bisa dilakukan sendiri. Padahal kalau kita tarik jauh kebelakang muncul nya kesadaran sosial itu karna ada nya kita,manusia yang bermasyarakat. Cobak kita pikir lebih dalam,seandai nya dalam suatu tempat, katakanlah di bumi ini jika hanya ada satu manusia hidup butuhkah kita akan ilmu teknologi,administrasi,arsitek dan ilmu-ilmu lain nya? Sekarang kita naikkan jumlah manusia nya, seandainya cuma ada dua manusia hidup, butuhkah ilmu-ilmu tadi? Nah sekarang jika di bumi ini sudah banyak manusia, Apakah masih butuh ilmu ilmu tadi? Jawaban nya adalah butuh, karna untuk tempat tinggal manusia butuh yang namanya ilmu arsitektur dan untuk mengatur manusia butuh yang namanya ilmu hukum dan ilmu-ilmu yang lain nya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Jadi disini semua ilmu pengetahuan itu tidak lain hanya untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Tidak ada alasan karna saya orang ipa tidak mau bersosial,Tapi sebelum bersosial atau hablumminannas masih ada hablumminalalam dan hablumminallah, pertanyaan yang muncul disini hablum yang mana yang harus didahulukan? Kaum agamis akan menjawab yang didahulukan adalah hablumminallah. Sebelum menjawab pertanyaan tadi kita terlebih dahulu harus tau apa itu hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminalalam. Berikut penjelasan nya:
  • Hablumminallah, hablumminallah adalah suatu tindakan dimana kita menjaga hubungan dengan Tuhan. Dalam kehidupan kita dipertemukan dengan agama dimana kita diajarkan untuk mengenal Tuhan, dengan melakukan ritualitas keagamaan. Untuk menjaga hubungan kita dengan Tuhan, kita harus taat terhadap segala firman Tuhan.
  • Hablumminannas, hablumminannas adalah tindakan dimana kita menjaga hubungan sesama manusia. Di dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak mungkin hidup sendiri, karna untuk melakukan suatu kegiatan kita pasti memerlukan bantuan orang lain. Untuk menjaga hubungan ini ada suatu norma, etika, dan adat istiadat yang harus kita patuhi dan kita amalkan.
  • Hablumminalalam,  hablumminalalam adalah perilaku kita untuk menjaga hubungan kita dengan alam. Kita sudah pasti hidup didalam suatu tempat yang namanya alam, tidak mungkin ada manusia yang tidak hidup di alam, alam juga mempunyai suatu aturan yang harus kita taati, agar hubungan kita dengan alam tetap terjaga.
    setelah kita memahami dari tiga penjelasan diatas kita kembali kepembahasan yang pertama, jika di bumi ini hanya ada satu manusia hidup butuhkah yang namanya ilmu teknologi dan ilmu lain nya? Haruskah kita 
bersosial/hablumminannas?  Padahal pada saat itu hanya ada satu manusia hidup.Tapi pada saat itu dibutuhkan yang namanya hablumminalalam, tidak mungkin tidak ada hubungan dengan alam.Untuk saat ini untuk menjaga hubungan kita dengan alam/hablumminalalam, kita harus hablumminannas dulu, kita harus bisa me bangkitkan kesadaran masyarakat, karna untuk menjaga alam kita harus bersama tidak bisa kita sendirian karna percuma kalau kita sendirian yang menjaga alam sedangkan yang lain hanya diam. Untuk hablumminallah saya tidak bisa menjel askan karna ini adalah hubungan individu kita dengan tuhan.