Jumat, 01 Desember 2017

MEMANDANG TAKDIR

  Mengenal Apa Itu Takdir
      Takdir merupakan suatuhal yang sudah melekat pada setiap insan manusia yang beragama dan bertuhan dan tidak bisa dipisahkan, karna sudah ketetapan dari Tuhan. Namun takdir masih menjadi kontrofersi dikalangan atas maupun bawah, banyaknya pemahaman takdir membuat orang-orang awam bingung dan harus mengikuti paham yang mana. Tuhan memang sudah menetapkan garis takdir semua manusia dan makhluk ciptaan lain nya, tapi kita sebagai manusia yang diberi akal pikiran harus mampu menafsirkan apa itu takdir. Kurang nya pemahaman tengtang takdir membuat banyak orang menafsirkan takdir seenaknya saja.
        Didalam agama takdir sudah sering disampaikan oleh para tokoh agama, tentang apa itu takdir dan harus bagaimana tindakan kita terhadap takdir. Pemahaman takdir didalam agama sangatlah diperlukan, agar agama tidak menjadikan manusia diam ketika ditindas dan beralasan itu sudah takdir Tuhan. Seorang tokoh Marxisme "Karl Marks" di dalam bukunya yang berjudul materialisme historis dan materialisme dealekis dia mengatakan "Agama itu candu"  disini kita perlu memahami kenapa Karl Marks sampai berkata demikian. Pada saat itu kaum tertindas/proletar ditindas oleh penguasa dan mereka hanya pasrah karna itu sudah takdir Tuhan. Penguasa memperalat agama dengan memberi pemahaman takdir kepada kaum proletar bahwa segala yang terjadi adalah ketentuan Tuhan.
      Agama islam sendiri mempunyai dua pemahaman tentang takdir yaitu: kaum jabariyah dan qadariyah.
  • Kaum jabariyah adalah kaum yang memahami dan mempercayai bahwa semua yang terjadi pada manusia adalah keputusan Allah SWT. Dengan berlandaskan pada beberapa ayat Al-Quran. "Dan dia telah menetapkan sesuatu, dan dia menetapkan ukuran nya dengan serapi rapi nya".(QS.Furqan/25:2)."sesunggu nya kami menciptakan sesuatu menurut ukuran".(QS.Al-Qamar/54:49). Itu adalah beberapa ayat Al_Quran yang dijadikan landasan oleh kaum jabariyah, masih banyak lagi pejelasan penjelasan yang dijadikan landasan seperti:Sebelum manusia dilahirkan kebumi semua takdir manusia sudah ditetapkan di Laukhil mahfud, diantaranya adalah takdir kematian,rizki,dan jodoh.
  • Kaum Qadariyah adalah kaum yang memahami dan mempercayai bahwa takdir bisa diubah oleh tangan manusia dengan usaha dan ikhtiyar. Kaum jabariyah juga memiliki, beberapa landasan yang diambil dari dalam Al-Quran. "sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri".(QS.Ar-Ra'd:11). "Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".(QS.Al-Kahfi:29). itulah beberapa ayat Al-Quran yang dijadikan landasan oleh kaum qadariyah.
Dua pemahaman di atas tidak ada yang salah, tapi kita harus memahaminya lebih dalam tentang dua pemahaman di atas. Memang segala sesuatu sudah ditetapkan oleh Tuhan, dan kita tidak bisa menentang itu. Utuk memahami lebih dalam cobak kita analogikan pada kita saat mau menuju pada suatu tempat. Contoh: pada saat kita mau pergi ke sekolah kita pasti melewati jalan, tentu tidak hanya satu jalan yang bisa kita lewati untuk pergi ke sekolah, tapi jalan itu tidak bisa ganti sendiri, karna sudah ada dan tidak bisa kita ubah. Tinggal jalan yang mana yang mau kita pilih apakah jalan yang berkelok-kelok atau jalan yang lurus. 
         Demikian halnya dengan jalan kehidupan, semuanya sudah ditetapkan oleh Tuhan seperti paham "jabariyah", tapi kita harus tau Tuhan tidak hanya menentukan satu jalan saja bagi makhluk nya. Tuhan maha pengasih dan penyayang Dia pasti memberikan banyak jalan buat kita untuk menuju titik akhir dari kehidupa, tinggal bagai mana kita memilih kita tidak boleh pasrah dengan keadaan begitu saja, karna masih banyak jalan yang bisa kita pilih dengan syarat kita harus berusha, melawan keadaan, dan ikhtiyar seperti paham qadariyah. Itulah yang dimaksud Tuhan dalam QS.Al-fatihah. "Tunjukilah hambamu jalan yang lurus" dan harus dibaca dalam setiap kita shalat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar