Minggu, 17 Desember 2017

MEMBELA YANG TERTINDAS

Rakyat Kecil Bukan Untuk Ditindas
    Dari zaman awal permulaan manusia hidup sampai dengan hari ini penguasa selalu menindas rakyat kecil dan para pejuang kebebasan tidak pernah menyelesaikan penindasan secara menyeluruh dan sempurna, watak-watak manusia yang selalu ingin berkuasa dan menindas kaum kecil tidak bisa dihilangkan mereka selalu berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia. jika pada masa kerajaan penindasan rakyat kecil dengan cara yang kasar, pemaksaan, kerja paksa, dan keji. maka hari ini berbeda mereka menindas dengan cara yang halus bahkan lebih keji, mereka merapas kesejahteraan hidup rakyat kecil,merampas lahan pertanian, dan merampas tepat mereka hidup. 
     Para penguasa seperti makhluk halus yang berkeliaran dimalam hari dan bagai angin topan disiang hari, tidak terlihat membunuh rakyat kecil dengan perlahan. Mereka terus berkeliaran ditempat rakyat kecil hidup dengan janji-janji palsu yang mereka harapkan kepada mereka, tapi tidak ada satupun janji yang mereka tepati. Dengan senyum manis di media televisi mereka berkata "tunggu dulu banyak urusan kenegaraan yang harus saya selesaikan" bahkan mereka dengan santai nya menggunakan fatwah Tuhan untuk menindas.
Melemahnya Pergerakan Pemuda dan Mahasiswa
      Sejarah memang tidak akan membohongi kisah perjalanan kehidupan manusia di muka bumi ini, dari sejarah awal mula kehidupan manusia sampai dengan sejarah pergerakan yang ada di negara ini. Semua perjalanan sejarah itu dipelopori oleh para pemuda, tapi saat ini pergerakan pemuda dan mahasiswa mulai melemah dan tidak mampu memperttahankan sejarah yang ada, entah apa yang membuat pergerakan itu lemah.
    Mahasiswa yang menjadi harapan masyarakat untuk gerakan perubahan hidup yang lebih baik sekarang sudah tidak bisa dihrapkan lagi, para penguasa dan pengusaha mulai meracuni kehidupan yang ada di dunia kampus, mereka membuat agenda besar dengan menyibukkan para mahasiswa dengan lomba-lomba, program kereatif mahasiswa, dan kegiatan-kegiatan yang katanya mempererat tali hubungan pertemanan sesama mahasiswa. Sehingga memuat mahasiswa lupa dengan kenyataan yang sebenar nya, lupa dengan kondisi yang ada disekitarnya padahal itu adalah tugas utama yang disandang oleh para pemuda dan mahasiswa.
      Dunia kampus sudah terkontaminasi oleh gaya hidup hedonisme, dimana kampus hanya dijadikan tempat pamer gaya keknian. Sedangkan para pengusaha memanfaatkan kampus untuk mensuplai tenaga kerja baru, mereka mendekatkan usahanya pada kampus degan tawaran diskon besar-besaran. 

Bangkitlah Manusia Baru
     Melihat banyak nya pemuda atau manusia baru[2] hari ini yang hanya berfoya-foya menikmati nikmat Tuhan yang diberikan melaui orang tua tanpa memikirkan mereka yang tertindas, miris sekali rasanya. Entah virus apa yang merasuki mereka sehingga mereka menjaga jarak dan enggan untuk bergaul dengan rakyat kecil yang terindas
    Gelar Mahasiswa yang kita sandang tidak mampu mengubah cara kita berpikir dan cara kita menjalani hidup.Yang katanya Mahasiswa adalah agent of change agen perubahan, perubahan apa yang akan kita bawa? Apakah perubahan rekayasa kehidupan atau hanya perubahan cara kita berpikir dari kita yang hanya berpikiran lugu kemudian menjadi pintar dan menjadi pengganti mereka para penguasa yang menindas? Itu adalah pertanyaan yang harus kita jawab bersama, dengan aksi bukan hanya dengan argumentasi.
     Teman-teman para Mahasiswa dan pemuda ayolah kita kita bangun dari tidur panjang kita, kita bangun dari mimpi indah yang membuat kita terlena. Jika gelar mmahasiswa hanya membuat kita diam dan tidak bergerak, lebih baik kita tidak hidup. Bukankah sejarah digulingkan nya pemerintah yang otoriter Soe Karno (1965) dan Soe Harto pada tahun (1998) dilatar belakangi oleh para pemuda dan mahasiswa, mereka mampu megubah kondisi kehidupan di negara yang sedang kita pijak ini meskipun itu hanya menurunkan pemerintah yang otoriter, tapi mereka belum seutuh nya engubah kehidup dimasyarakat.

[2]Gie catatan seorang demonstran
          

Senin, 04 Desember 2017

MENGENAL FILSAFAT

Filsafat Dalam Kehidupan Sehari-hari
      Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti bertemu dengan materi/benda-benda dan fenomena-fenomena alam yang penuh dengan penafsiran-penafsiran filsafat. Mendengar kata filsafat kita pastinya bertanya-tanya apa itu filsafat? Filsafat adalah ilmu yang mempelajari nilai-nilai estetika yang terkandung dalam sebuah materi, ilmu, dan pemahaman-pemahaman. Filsafat sendiri memiliki tiga cabang ilmu, yaitu: Ontology, Epistimology, dan Axiology. Sebelum kita masuk dalam pembahasan ketiga cabang ilmu tersebut kita harus memahami hakikat fenomenology[1], fenomenologi berasal dari bahasa yunani, yaitu: phaenomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen memperlihatkan, sedangkan Logos berarti kata, ucapan, rasio, dan pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai ilmu yang mengkaji fenomena-fenomena yang tampak, dan dapat rasakan oleh indra kita manusia. Lorens Bagus memberikan dua pengertian terhadap fenomenologi. Dalam arti luas, fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala apasaja yang tampak. Dalam arti sempit, fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala apa saja yang menampakkan diri pada kesadaran kita.
          Hegel (1807) memperluas pengertian fenomenologi dengan merumuskan nya sebagai ilmu yang mempelajari mengenai pengalaman kesadaran, yakni mengenai perjalanan dealektis kesadaran kodrati menuju pengetahuan yang sebenar nya. Fenomenologi menunjukkan proses menjadi ilmu pengetahuan pada umum nya dan kemampuan mengetahui sebagai perjalanan jiwa lewat bentuk-bentuk atau gambaran kesadaran yang bertahap untuk sampai kepada pengetahuan mutlak. Bagi Hegel, fenomena tidak lain merupakan penampakan dari pengetahuan inderawi: fenomena-fenomena merupakan manifestasi konkret dan historis dari perkembangan pikiran manusia. Dapat disimpulkan Fenomena merupakan kejadian-kejadian yang terjadi tampak dan merupakan turunan dari pemikiran manusia yang konkret dan dapat di inderaawi oleh indra manusia.
         Dalam ilmu filsafat ada tiga cabang ilmu yang wajib dipahami oleh para pemula, diantaranya:
  • Ontology, ontologi adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari entitas suatu ilmu pengetahuan  mengenai pertanyaan yang ada sehingga itu dapat dikatakan ada, dan bagai mana ilmu pengetahuan tersebut dapat dikelompokkan, mengenai hirarki dan dibagi menurut persamaan dan perbedaan. Contoh dari ontologi, disini saya mencoba mengambil contoh yang sederhana: kita ambil contoh hand pone, hand phone adalah benda hasil dari ilmu pengetahuan yang dapat kita temui sehari-hari, ya seperti yang kita gunakan untuk membaca tulisan ini. Kalau kita pikirkan hand phone akan memunculkan pertanyaan kenapa benda ini harus bernama hand phone? Sehingga hand phone ini dapat dikatakan ada? Nah disini ontologi berperan penting untuk mengkaji terhadap keberadaan benda tersebut.
  • Epistemology, epistemologi adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan pengetahuan, pengandai-ngandaian, dasar, dan pertanggung jawaban atas pernyataan terhadap ilmu pengetahuan yang kita miliki. Mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuasaan pengetahuan nya ia dapat mencapai realitas sebagaimana para filosof pra Socrates, sebagai ilmuan pertama yang mempopulerkan filsafat di alam Barat. Contoh epistemologi: kita kembali pada contoh diawal, yaitu:hand phone biar berkesinambungan. Epistemologi disini bertanggung jawab atas pernyataan kita terhadap hand phone. Kita harus bisa bertanggung jawab atas segala pernyataan kita keluarkan, seperti pernyataan kita terhadap hand phone tadi.
  • Axiology, axsiology adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari ilmu pengetahuan yang kita miliki, dan lebih pada tindakan yang akan kita lakukan terhadap pernyataan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Apabila tidak ada suatu tindakan maka kita belum selesai di epistemologi. Contoh axiology, setelah kita dapat memper tanggung jawabkan pernyataan kita terhadap hand phone di epistemologi maka kita diaxiology akan ditagih tindakan dan aksi kita terhadap hand phone. Apa yang akan kita lakukan dengan adanya hand phone ini? maka axiology akan menjawab pertanyaan tadi.
       Dari pernyataan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa tiga cabang ilmu filsafat diatas mempunya keterkaitan dimana kita tidak bisa menghilangkan salah satu dari cabang ilmu tersebut, karna akan memotong dan menyesatkan manusia jika dari salah satu tiga cabang ilmu filsafat di atas dihilangkan.

[1]rumahmakalah.blogspot.co.id/2009

Jumat, 01 Desember 2017

MEMANDANG TAKDIR

  Mengenal Apa Itu Takdir
      Takdir merupakan suatuhal yang sudah melekat pada setiap insan manusia yang beragama dan bertuhan dan tidak bisa dipisahkan, karna sudah ketetapan dari Tuhan. Namun takdir masih menjadi kontrofersi dikalangan atas maupun bawah, banyaknya pemahaman takdir membuat orang-orang awam bingung dan harus mengikuti paham yang mana. Tuhan memang sudah menetapkan garis takdir semua manusia dan makhluk ciptaan lain nya, tapi kita sebagai manusia yang diberi akal pikiran harus mampu menafsirkan apa itu takdir. Kurang nya pemahaman tengtang takdir membuat banyak orang menafsirkan takdir seenaknya saja.
        Didalam agama takdir sudah sering disampaikan oleh para tokoh agama, tentang apa itu takdir dan harus bagaimana tindakan kita terhadap takdir. Pemahaman takdir didalam agama sangatlah diperlukan, agar agama tidak menjadikan manusia diam ketika ditindas dan beralasan itu sudah takdir Tuhan. Seorang tokoh Marxisme "Karl Marks" di dalam bukunya yang berjudul materialisme historis dan materialisme dealekis dia mengatakan "Agama itu candu"  disini kita perlu memahami kenapa Karl Marks sampai berkata demikian. Pada saat itu kaum tertindas/proletar ditindas oleh penguasa dan mereka hanya pasrah karna itu sudah takdir Tuhan. Penguasa memperalat agama dengan memberi pemahaman takdir kepada kaum proletar bahwa segala yang terjadi adalah ketentuan Tuhan.
      Agama islam sendiri mempunyai dua pemahaman tentang takdir yaitu: kaum jabariyah dan qadariyah.
  • Kaum jabariyah adalah kaum yang memahami dan mempercayai bahwa semua yang terjadi pada manusia adalah keputusan Allah SWT. Dengan berlandaskan pada beberapa ayat Al-Quran. "Dan dia telah menetapkan sesuatu, dan dia menetapkan ukuran nya dengan serapi rapi nya".(QS.Furqan/25:2)."sesunggu nya kami menciptakan sesuatu menurut ukuran".(QS.Al-Qamar/54:49). Itu adalah beberapa ayat Al_Quran yang dijadikan landasan oleh kaum jabariyah, masih banyak lagi pejelasan penjelasan yang dijadikan landasan seperti:Sebelum manusia dilahirkan kebumi semua takdir manusia sudah ditetapkan di Laukhil mahfud, diantaranya adalah takdir kematian,rizki,dan jodoh.
  • Kaum Qadariyah adalah kaum yang memahami dan mempercayai bahwa takdir bisa diubah oleh tangan manusia dengan usaha dan ikhtiyar. Kaum jabariyah juga memiliki, beberapa landasan yang diambil dari dalam Al-Quran. "sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri".(QS.Ar-Ra'd:11). "Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".(QS.Al-Kahfi:29). itulah beberapa ayat Al-Quran yang dijadikan landasan oleh kaum qadariyah.
Dua pemahaman di atas tidak ada yang salah, tapi kita harus memahaminya lebih dalam tentang dua pemahaman di atas. Memang segala sesuatu sudah ditetapkan oleh Tuhan, dan kita tidak bisa menentang itu. Utuk memahami lebih dalam cobak kita analogikan pada kita saat mau menuju pada suatu tempat. Contoh: pada saat kita mau pergi ke sekolah kita pasti melewati jalan, tentu tidak hanya satu jalan yang bisa kita lewati untuk pergi ke sekolah, tapi jalan itu tidak bisa ganti sendiri, karna sudah ada dan tidak bisa kita ubah. Tinggal jalan yang mana yang mau kita pilih apakah jalan yang berkelok-kelok atau jalan yang lurus. 
         Demikian halnya dengan jalan kehidupan, semuanya sudah ditetapkan oleh Tuhan seperti paham "jabariyah", tapi kita harus tau Tuhan tidak hanya menentukan satu jalan saja bagi makhluk nya. Tuhan maha pengasih dan penyayang Dia pasti memberikan banyak jalan buat kita untuk menuju titik akhir dari kehidupa, tinggal bagai mana kita memilih kita tidak boleh pasrah dengan keadaan begitu saja, karna masih banyak jalan yang bisa kita pilih dengan syarat kita harus berusha, melawan keadaan, dan ikhtiyar seperti paham qadariyah. Itulah yang dimaksud Tuhan dalam QS.Al-fatihah. "Tunjukilah hambamu jalan yang lurus" dan harus dibaca dalam setiap kita shalat.